(gambar: guraru.org)

Teknologi dan Nilai-Nilai Bangsa

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang berbudaya yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Setiap kegiatan pendidikan antara pengajar dengan siswa atau mahasiswanya, selalu mengandung potensi komunikasi lintas budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan antar sesama siswa atau mahasiswa maupun dengan pengajar, seberapa pun kecilnya perbedaan itu. Pemahaman budaya di suatu daerah tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami bahasa, gaya berbahasa, agar tidak terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan kegagalan faham atas bahasa yang disampaikan.

Dalam menyikapi era perdagangan bebas dan globalisasi, dunia pendidikan dianggap sebagai tolak ukur untuk menyambut era tersebut. Sehingga, masyarakat dipacu untuk mendapatkan pendidikan di luar daerah tempat tinggal mereka. Dengan melihat perkembangan yang terjadi itu, komunikasi lintas budaya menjadi sangat penting artinya bagi terjalinnya harmonisasi dalam dunia pendidikan di antara mereka. Bagaimanapun diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi lintas budaya, baik melalui lisan maupun tulisan. Pemahaman tersebut menjadi sangat penting, dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

Budaya menuntun peran yang akan dimainkan seseorang, termasuk siapa berkomunikasi dengan siapa, apa yang mereka komunikasikan, dan dengan cara bagaimana mereka berkomunikasi, baik dari segi bahasa, pemahaman adat istiadat antar rekan kerja, sampai dengan interaksi dengan masyarakat asli. Kemajuan teknologi dan komunikasi memungkinkan manusia untuk melakukan kegiatan ekspansi dalam wilayah yang lebih luas, contohnya dengan membuka pabrik baru, memasarkan produk ke negara lain, melakukan merger dengan perusahaan asing, melakukan pertukaran tenaga kerja, dan masih banyak lagi.

Arus pertukaran tenaga kerja, baik tenaga kerja lokal yang bekerja diluar negeri, maupun sebaliknya tenaga kerja asing yang bekerja didalam negeri, dapat mengakibatkan konflik antarbangsa, akibat tidak adanya atau kurangnya pemahaman dan penghargaan atas budaya bangsa lain. Maka salah satu usaha untuk  menanggulangi konflik tersebut adalah dengan mendidik manusia-manusia, untuk menjadi manusia-manusia antarbudaya. Melalui dunia pendidikan diharapkan dapat menciptakan generasi-generasi baru yang tidak terkungkung oleh perspektif nasional, rasial, etnik dan teritorial, sehingga melahirkan pandangan-pandangan yang lebih sesuai dengan realitas-realitas dan tuntutan-tuntutan internasional.

Pendidikan dapat berbentuk formal dan bisa juga informal. Pelajaran bahasa asing, studi etnik, komunikasi antarbudaya, adalah bidang-bidang studi yang cukup penting diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi. Penting pula pertukaran siswa, mahasiswa, ilmuwan, artis dan olahragawan bangsa. Bidang-bidang studi tersebut, tidak hanya menjadi penting bagi orang-orang yang dikirim ke luar negeri, tetapi juga bagi orang-orang di dalam negeri yang bergaul dengan orang-orang asing seperti para wartawan, para pegawai perusahaan asing dan karyawan-karyawan hotel berbintang yang menerima banyak tamu asing.

Arus perkembangan teknologi yang tidak dapat dicegah pada saat sekarang ini, seharusnya melahirkan media massa yang dapat digunakan untuk memasyarakatkan nilai-nilai universal, melalui berita, ulasan, feature, pandangan mata, dan lain sebagainya. Begitu pula buku-buku, khususnya yang berisi pengetahuan tentang budaya bangsa-bangsa lain yang meliputi adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan dan perilaku komunikasi mereka. Itu adalah usaha-usaha yang perlu dilakukan terutama untuk membentuk manusia-manusia antarbudaya tingkat internasional. Namun sebaliknya, penggunaan media massa untuk hal-hal yang bersifat negatif, juga menjadi alat untuk melahirkan konflik-konflik antarbangsa.

Sebagai forum yang diharapkan melahirkan masyarakat cerdas dan tangkas, dunia pendidikan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pemanfaatan jaringan internet, dalam rangka memajukan diri siswa atau mahasiswa secara kolektif guna membangun dan menjaga etika dan moralitas masyarakat timur Indonesia. Dunia pendidikan dituntut untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan mengawal kearifan lokal negeri dan memanfaatkan momentum kecanggihan media sebagai alat untuk menebar nilai-nilai religius bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *